Skip to content

Institut Teknologi Dunia

December 7, 2011

Menjadi nomor 1 di Indonesia sepertinya belum mampu menghentikan langkah salah satu institusi yang bergerak di bidang teknoligi ini untuk berhenti berkembang. Justru, tantangan yang sesungguhnya barulah akan dimulai. Persaingan yang terjadi saat ini tidak hanya mencakup ruang Nasional, melainkan Internasional. Persaingan sumber daya manusia yang berebut kursi di Universitas terbaik di dunia juga menjadi adrenalin pemacu semangat mimpi institusi teknologi ini untuk menjadi nomor 1 didunia. Hal ini mungkin terkesan muluk, namun mimpi seperti inilah yang menjadikan ITB tetap hidup dan berkembang. Mungkin tidak akan menjadi nomor 1 seperti Harvard, namun setidaknya, dipandang hormat oleh para pencari ilmu internasional.

Persiangan tingkat dunia bukanlah hal mudah, tidak main main dan diperlukan komitmen jika ingin meraihnya. Yang dihadapi disini bukan hanya pemikiran masyarakat sebangsa yang dapat di prediksi, melainkan fluktuasi emosi dan pengetahuan para pengemudi institusi terkemuka dunia dan yang sedang menuju kesana. Jika ingin merebut posisi pertama, beberapa nama besar seperti Harvard University dan Oxford, harus di contoh.

Segala hal yang diperlukan, diharapkan dan di bayangkan mungkin dibutuhkan harus dipersiapkan dengan sangat sempurna, tanpa cela sedikitpun, dan melihat dari basic requirement world class ini, Institut Teknologi Bandung nampaknya masih sangat membutuhkan beberapa perubahan besar yang mendasar untuk dapat naik ke step berikutnya. Untuk menjadi nomor 1, tidaklah mudah dan singkat seperti pemilu calon presiden, dalam hal pendidikan, mungkin membutuhkan waktu tahunan sampai puluhan tahun untuk benar-benar bisa matang dan survive nantinya.

Dasar dari universitas yang baik adalah system pengajaran yang baik, infrastruktur yang kokoh dan benar, SDM yang berkualitas dan system pembentukan karakter yang preventif yang kemudian menghasilkan lulusan yang sangat berkualitas baik secara attitude, behaviour, kedisiplinan, kejujuran dan pengetahuan akan bidangnya.

Infrastruktur dalam hal peningkatan kualitas kurikulum yang disetarakan dengan level internasional merupakan tahapan awal yang perlu dipertimbangkan oleh ITB agar nantinya dapat meningkatkan persyaratan masuk murid-murid SMA. Kurikulum disini, menurut Kepmendiknas no. 232/U/2000 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi. Kurikulum yang digunakan di ITB saat ini adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi setidaknya bila diartikan sebagai rencana, karena dalam penyusunannya MA-ITB mulai dengan profil lulusan yang ingin dihasilkan dan seterusnya. Mungkin ada baiknya jika ITB mencoba meningkatkan kurikulum dengan memulai tahapan melakukan kerjasama dengan universitas terkemuka seperti Cambridge, Oxford atau Harvard university dan mencontoh kurikulumnya.

Setelah memiliki kurikulum yang baik, maka secara langsung akan terbentuk pula system perkuliahan baru yang akan menghasilkan cara pembentukan karakter yang dihaapkan menjadi preventif bukan mengancam. Seperti dalam hal mencontek, disini murid bukan sebagai objek yang di beri tahu melainkan objek yang terjun langsung kedalam proses. Contohnya, yang dilakukan oleh institusi bukanlah memasang pengumuman bahwa mencontek itu dilarang melainkan memberi tahu diawal dan dikombinasikan dengan pemasangan kamera pengawas yang diyakini mampu mengurangi keinginan si murid untuk mencontek. Hal kecil seperti inilah yang jika di bangun dengat tepat nantinya akan menghasilkan SDM yang sangat berkualitas.

Kemudian, dengan adanya aturan baru yang membutuhkan fasilitas yang menunjang, dalam artian bukan memadai melainkan memuaskan, ITB perlu meningkatkan pra-sarana perkuliahan secara menyeluruh, baik dalam perngakat pembelajaran maupun fasilitas kampus. Perlu diadakan penelitian dan survey langsung ke universitas yang dicontoh kemudian menerapkan semaksimal mungkin apa yang didapat disana. Karena fasilitas yang memuaskan akan menunjang proses pembelajaran murid-murid di ITB.

Nah kira kira, berdasarkan hasil pemikiran dan obrolan saya dengan beberapa rekan saya yang masih awam ini, inilah langkah dan pemikiran yang kiranya diperlukan oleh ITB untuk menjadi nomor 1 didunia ☺

Advertisements

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: